Hilal masih tipis, puasa jatuh 12 Maret 2024
Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalaam di Pebelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menggelar rukyat hilal.
Elshinta.com - Observatorium Pondok Pesantren Modern Assalaam di Pebelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali menggelar rukyat hilal. Hasil pengamatan Bulan Oservatorium Assalaam menjadi salah satu titik yang digunakan Kementerian Agama (Kemenag) untuk sidang isbat petang nanti. Agenda rutin tahunan menentukan awal Bulan Ramadan ini juga dibuka untuk umum di kampus Ponpes Assalaam.
Kepala Observatorium Assalaam AR Sugeng Riadi mengatakan, rukayat hilal Ponpes Assalaam terhubung dengan jaringan live streaming Kemenag pusat. Dimana Kemenag telah menentukan titik-titik pengamatan yang digelar secara serentak diseluruh Indonesia hari ini. Pengamatan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dengan melihat konjungsi Bulan dan Matahari.
Objek atau target pengamatan adalah ketinggian, usia dan jarak Bulan dengan matahari. Adapun dasar perhitungan mengacu pada kriteria pemerintah yang disepakali bersama oleh Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (Neo-MABIMS).
Dia menyebutkan, saat ini pengamatan di Wilayah Surakarta secara umum terkedala cuaca. Potensi posisi bulan teramati hanya sekitar 10 persen. Sesuai pengamatan awal, kemungkinan besar Bulan akan berada pada ketinggian 1.17derajat yang mana pada ketinggian tersebut masih sulit untuk diamati. Terlebih cuaca dalam beberapa hari terakhir tidak mendukung pengamatan.
"Cuaca Solo Raya mendung bahkan hujan," kata AR Sugeng Riadi, Minggu (10/3/2024).
Maka sesuai tuntunan, tambahnya, dilakukan istikmal atau membulatkan jumlah hari dari 29 hari menjadi 30 hari di Bulan Syakban. Kondisi ini berpengaruh pada penetapan awal puasa akan dimulai pada Selasa 12 Maret 2024 atau setelah Bulan Syakban. Namun, keputusan resmi tetap melalui hasil sidang itsbat pemerintah yang digelar pada tanggal 29 Syakban atau bertepatan dengan 10 Maret hari ini, untuk memenuhi syariatnya.
"Istikmal hanya bisa dihitung sekali, jadi menggenapkan Bulan Syakban menjadi 30 hari," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (11/3).
Menurut Sugeng Riadi, pengamatan hilal di pusat astronomi Assalaam mengundang Kepala Kantor Kemenag diseluruh daerah Eks-Karesidenan Surakarta seperti dari Solo, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Sragen, Boyolali dan Karanganyar. Masyarakat umum bisa bergabung dengan santri klab astronomi ikut mengamati langsung.
Pihaknya menyediakan sedikitnya empat unit teleskop manual sky watcher, dua unit teleskop GoTo, satu unit theodolite digital dan sejumlah kemera DSLR. Pengamatan juga disiarkan secara langsung melalui chanel youtube milik PPMI Assalaam selain untuk kepentingan live streaming dengan Kemenag pusat.